Mucuna pruriens
Tanaman
benguk (Mucuna pruriens var. utilis) termasuk tanaman berumur panjang,
lebih dari dua tahun. Tanaman benguk berbentuk perdu dan tergolong tanaman yang
melilit, dan merambat pada pagar atau batang tanaman. Daun benguk berbentuk
segitiga yang panjangnya dapat mencapai 10 cm. Buahnya mengerombol pada batang
dan termasuk jenis buah polong-polongan. Panjang buah antara 5 – 8 cm dan
berisi sekitar 7 biji. Jika buah benguk telah tua, bulu-bulu halus yang tadinya
berwarna coklat muda berubah menjadi hitam.
Biji benguk
umumnya sebesar ujung kelingking, bentuknya mendekati persegi dengan ketebalan
sekitar 5 mm. Kerusakan biji selama penyimpanan lebih kecil dibandingkan dengan
jenis kacang-kacangan lainnya. Warna luar biji benguk bermacam-macam, misalnya
putih bercak-bercak hitam, merah ungu berbintik-bintik coklat, hitam, dan putih
bersih (Haryoto, 2004).
Ditinjau dari taksonomi tanaan kacang Mucuna
pruriens L adalah sebagai berikut :
Divisi : Spermatophyla
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Resales
Suku : Leguminosae
Marga : Mucuna
Jenis : Mucuna pruriens
Nama umum : Kara
benguk
2.1.2.
Manfaat kara benguk
Manfaat benguk yang paling bermanfaat adalah bijinya.
Pemanfaatan biji benguk hampir serupa dengan biji kedelai, yakni sebagai sumber
bahan makanan. Sebagian masyarakat sudah terbiasa memanfaatkan buah benguk yang
masih muda sebagai sayur dan bijinya yang sudah tua (kering) sebagai bahan baku
tempe benguk. Di samping itu, biji benguk juga banyak digunakan sebagai bahan
baku industri makanan lain, misalnya criping, kecap, dan sebagainya.
Biji benguk lebih keras daripada biji kedelai, dan mengandung
asam sianida (HCN) yang bersifat racun. Asam sianida (HCN) tersebut mudah
dihilangkan dengan cara yang sederhana, yakni dengan direndam dalam air bersih
selama 24 – 48 jam (1 – 2 hari). Selama perendaman, setiap 6 – 8 jam sekali
airnya diganti. Dengan perlakuan perendaman ini, maka biji benguk akan bersih
dari racun asam sianida (HCN) sehingga aman bagi konsumen.
Upaya mempopulerkan tanaman benguk dan hanya pengolahannya
perlu diusahakan terus menerus karena benguk berpotensi untuk mendampingi
kedelai sebagai sumber protein nabati. Ditinjau dari nilai gizinya, benguk
merupakan sumber protein yang murah jika dibandingkan dengan biji kedelai atau
bahan lainnya (Haryoto, 2004).
Tabel 1. Perbandingan kandungan protein dan harga
biji benguk, kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah.
No.
|
Nama Bahan
|
Kandungan
protein
|
Harga
Per
kg
|
Harga
protein per g
|
1
2
3
4
|
Benguk
Kedelai
Kacang hijau
Kacang tanah
|
24%
35%
22%
25%
|
Rp
1.100,00
Rp
3.400,00
Rp
4.400,00
Rp
6.000,00
|
Rp 4,53
Rp 6,36
Rp 20,00
Rp 24,00
|
Selain kandungan proteinnya tinggi,
benguk juga merupakan sumber kalsium yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan
dan kesehatan tulang. Nilai gizi biji benguk dapat disimak pada tabel berikut.
Tabel 2. Komposisi Kimia
Kacang Koro benguk
|
No.
|
Zat gizi
|
Jumlah
|
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
|
Kalori (kal)
Protein (g)
Lemak (g)
Karbohidrat (g)
Kalsium (mg)
Fosfor (mg)
Besi (mg)
Vitamin A (S.I.)
Vitamin B1 (mg)
Vitamin C (mg)
Air (g)
Bagian dapat dimakan (%)
|
332,0
24,0
3,0
55,0
130,0
200,0
2,0
70,0
0,3
0
15,0
95,0
|
Sumber :
Direktorat Gizi Depkes RI, (1979) di dalam Haryoto (2004)
.... dari berbagai sumber ....





