Daun Sirih
Tanaman sirih mempunyai banyak spesies dan memiliki jenis yang beragam, seperti sirih gading, sirih hijau, sirih hitam, sirih kuning dan sirih merah. Semua jenis tanaman sirih memiliki ciri yang hampir sama yaitu tanamannya merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai yang tumbuh berselang seling dari batangnya.
Daun Sirih Hijau
Sirih ditemukan dibagian timur pantai Afrika, disekitar pulau Zanzibar, daerah sekitar sungai indus ke timur menelusuri sungai Yang Tse Kiang, kepulauan Bonin, kepulauan Fiji dan kepulauan Indonesia. Sirih tersebar di Nusantara dalam skala yang tidak terlalu luas. Di Jawa tumbuh liar di hutan jati atau hutan hujan sampai ketinggian 300m diatas permukaan laut. Unutk memperoleh pertumbuhan yang baik diperlukan tanah yang kaya akan humus, subur dan pengairan yang baik.
Sirih hidup subur dengan ditanam di atas tanah gembur yang tidak terlalu lembab dan memerlukan cuaca tropika dengan air yang mencukupi. Daun Sirih (Piper Betle) sejak lama dikenal oleh nenek moyang kita sebagai daun multi khasiat.
Klasifikasi Daun
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Subkelas : Magnoliidae
Ordo : Piperales
Familia : Piperaceae (suku sirih-sirihan)
Genus : Piper
Spesies : Piper betle Linn
Nama Daerah
Nama umum : Sirih Hijau
Nama latin : Piper betle L.
Sinonim : Chavica auriculata Miq. Artanthe hixagona
Uraian tanaman
Perdu, merambat, batang berkayu,berbuku-buku, beralur, warna hijau keabu-abuan. Daun tunggal, bulat panjang, warna hijau. Perbungaan bulir, warna hijau kekuningan. Buah buni, bulat, warna hijau keabu-abuan.
Sirih (Piper betle) termasuk jenis tumbuhan merambat dan bersandar pada batang pohon lain.Tanaman ini panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai jantung, tangkainya agak panjang,tepi daun rata, ujung daun meruncing, pangkal daun berlekuk, tulang daun menyirip,dan daging daun tipis. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau tembelek atau hijau agak kecoklatan dan permukaan kulitnya kasar serta berkerut-kerut. Daun-daun sirih yang subur berukuran antara 8sm. - 12sm. lebar dan 10sm. - 15sm. panjang.
Tulang daun bagian bawah gundul atau berambut sangat pendek , tebal, berwarna putih, panjang 5 cm – 18 cm, lebar 2,5 cm – 10,5 cm. Bunga berbentuk bulir, berdiri sendiri diujung cabang dan berhadapan dengan daun. Daun pelindung berbentuk lingkaran, bundar telur terbalik atau lonjong, panjang kira-kira 1 mm. Bulir jantan, panjang gagang 2,5 cm - 3 cm, benang sari sangat pendek. Bulir betina, panjang gagang 2,5 cm – 6 cm. Kepala putik 3-5. Buah buni, bulat, dengan ujung gundul. Bulir masak berambut kelabu, rapat, tebal 1 cm – 1,5 cm. Biji membentuk lingkaran. Daun siri mempunyai bau aromatik khas; rasa pedas, khas.
Morfologi Daun
Merupakan daun tunggal Helaian daun berbentuk bundar telur sampai lonjong, ujung runcing, pangkal berbentuk jantung atau agak bundar berlekuk sedikit, pinggir daun rata agak menggulung kebawah, permukaan atas rata, licin agak mengkilat, tulang daun agak tenggelam, permukaan bawah agak kasar, kusam, tulang daun menonjol, permukaan atas berwarna lebih tua dari permukaan bawah. Tangkai daun bulat, warna coklat kehijauan panjang 1,5 – 8 cm.
Kandungan Kimia
Daun sirih hijau mengandung minyak atsiri diantaranya : hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol, p-cymene, cineole, caryphyllene dan cadinene. Selain itu juga di dalam daun sirih hijau terkandung estragol, terpennena, seskuiterpena, fenilpropana, tannin, diastase, gula dan pati.
Khasiat dan Penggunaan
Khasiat dari daun sirih hijau diantaranya sebagai astringen, ekspektoran, sialagoga, hemostatik, dan antiseptik. Zat antiseptik di dalam sirih dapat digunakan sebagai obat kumur dan menjaga kesehatan alat kelamin wanita. Sirih juga umum digunakan untuk mengatasi bau badan dan mulut, sariawan, mimisan, gatal-gatal dan koreng, serta mengobati keputihan pada wanita.
Daun sirih Merah
Sirih merah dapat tumbuh dengan baik ditempat yang teduh dan tidak terlalu banyak sinar matahari. Jika terkena sinar matahari langsung pada siang hari secara terus-menerus warna merah daunnya bisa menjadi pudar, buram, dan kurang menarik.
Sirih merah (Piple betle L.var Rubrum ) adalah salah satu tanaman obat potensial yang sejak lama telah diketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, disamping itu juga memiliki nilai-nilai spritual yang tinggi. Sirih merah termasuk dalam satu elemen penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat khususnya di Jogyakarta.
Klasifikasi Daun
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Subkelas : Magnoliidae
Ordo : Piperales
Familia : Piperaceae (suku sirih-sirihan)
Genus : Piper
Spesies : Piper betle L.var Rubrum
Nama Daerah
Nama umum : Sirih Merah
Nama latin : Piper betle L.var Rubrum
Sinonim : Piper crocatum Ruiz & Pav.
Morfologi Tanaman
Tanaman sirih merah termasuk dalam famili Piperaceae, tumbuh menjalar seperti halnya sirih hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung dengan bagian atas meruncing, bertepi rata dan permukaannya mengkilap atau tidak berbulu. Panjang daunnya bisa mencapai 15-20cm. warna daun bagian atas hijau bercorak warna keabu-abuan. Bagian bawah daun berwarna merah hati cerah. Daunnya berlendir, berasa sangat pahit, dan beraroma wangi khas sirih. Batangnya bersulur dan beruas dengan jarak buku 5-10cm. disetiap buku tumbuh bakal akar.
Sirih merah tumbuh merambat di pagar atau pohon. Ciri khas tanaman ini adalah berbatang bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian ujung daun meruncing. Permukaan daun meng-kilap dan tidak merata. Yang mem-bedakan dengan sirih hijau adalah selain daunnya berwarna merah keperakan, bila daunnya disobek maka akan berlendir serta aromanya lebih wangi.
Tanaman sirih mempunyai banyak spesies dan memiliki jenis yang beragam, seperti sirih gading, sirih hijau, sirih hitam, sirih kuning dan sirih merah. Semua jenis tanaman sirih memiliki ciri yang hampir sama yaitu tanamannya merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai yang tumbuh berselang seling dari batangnya.
Kandungan Kimia
Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yaitu alkoloid, saponin, tanin polifenol, dan flavonoid. Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol, eugenol, p-cymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena, dan fenil propada.
Khasiat dan Penggunaan
Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes melitus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi, memperhalus kulit, antioksidan, antikanker, antiseptik, dan anti inflamasi.
Daftar pustaka :
Anonim, 1980, Materi Medika Indonesia jilid IV, 92-97, Depkes RI,
Hariana, Arief Drs. H, 2006, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 3, Penerbit PT Penebar Swadaya, Jakarta ; hal 86-88
Mooryati, S., 1998, Alam Sumber Kesehatan, 347-349, Balai Pustaka, Jakarta
Sudewo, Bambang, 2005, Basmi Penyakit Dengan Sirih Merah, Penerbit AgroMedia Pustaka, Yogyakarta :; hal 35-41
http://toiusd.multiply.com/journal/item/282/Piper_betle_068114120
http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/0613/kes4.html





